Lesbumi Lamongan merumuskan agenda kebudayaan periode 2025–2030 melalui Astrakamila, singkatan dari Arah dan Strategi Kebudayaan Lesbumi Lamongan. Pelaksanaannya diwujudkan melalui Gemilang atau Gerakan Lesbumi Lamongan, yang menghubungkan pelestarian warisan budaya, penguatan jejaring, riset, dan pengembangan karya.
Gerakan ini menempatkan khazanah budaya Aswaja dan tradisi Islam Nusantara sebagai dasar penguatan identitas Nahdliyin, dengan tetap membuka ruang bagi kreativitas dan perkembangan teknologi.
Lima Arah Strategis
- Inventarisasi budaya: mendata khazanah budaya Aswaja sebagai landasan penguatan identitas kultural Nahdliyin.
- Konsolidasi pelaku budaya: membangun ekosistem seni yang kolaboratif, berdaya, dan berkelanjutan.
- Sinergi lintas lembaga: memperkuat kerja sama untuk mendukung kebijakan pelestarian budaya berbasis ke-NU-an.
- Revitalisasi tradisi: menghidupkan tradisi Islam Nusantara dengan nilai moderasi dan kearifan lokal.
- Inovasi digital: memperluas akses, dokumentasi, dan jangkauan kebudayaan melalui teknologi.
Program Utama Gemilang
Agenda Gemilang mencakup beberapa kelompok kegiatan:
- Pendataan dan pelestarian: inventarisasi adat, tradisi, situs, makam kuno, artefak, naskah kuno, serta pengetahuan pengobatan tradisional Lamongan.
- Riset dan identitas daerah: penggalian sejarah NU Lamongan, kajian Gapura Paduraksa, serta pengembangan aksara khas Lamongan.
- Karya dan regenerasi seniman: pameran sejarah dan kebudayaan, Lesbumi Lamongan Award, workshop seni rupa dan kaligrafi, pengkajian Kentrung, serta pembentukan grup musik etnik.
- Dialog budaya dan spiritualitas: konsolidasi lintas kepercayaan dan spiritual serta penyelenggaraan Majelis Ngaji Budaya.
Hasil yang Dituju
Program-program tersebut diarahkan untuk menghasilkan katalog dan arsip digital, buku sejarah, dokumentasi seni, ruang pembelajaran, serta jejaring pelaku budaya. Pameran, penghargaan, pelatihan, dan pertunjukan direncanakan menjadi sarana apresiasi sekaligus regenerasi.
Melalui Astrakamila dan Gemilang, Lesbumi Lamongan menempatkan warisan budaya sebagai sumber pengetahuan dan daya cipta yang terus berkembang bersama masyarakat.